• Thu. Oct 22nd, 2020

YAYASAN PENDIDIKAN GKPS

Belajar, Bertumbuh, Melayani

Pelatihan Perdana di Pusdiklat YP GKPS

BySekolah GKPS

Jun 3, 2019

KUKIRA HANYA BUTIRAN PASIR, RUPANYA BUTIRAN BERLIAN

(Training Center/Pusat Pendidikan dan Latihan YP GKPS Launching Kegiatan Pelatihan Perdana)

Tiga bulan pertama sejak diangkat menjadi Pengurus Yayasan Pendidikan (YP) GKPS, kita merasa kebingungan hendak memperbaiki YP GKPS dari tahapan mana terlebih dahulu karena kerusakan sudah menjalar hampir di semua lini, dari 33 sekolah yang dilayani YP GKPS hanya 5 sekolah yang memiliki sistem pembelajaran yang relatif baik dan mandiri secara keuangan, 28 sekolah (> 80%) lainnya justru kondisi memprihatinkan, sistem pembelajaran yang asal ada, keuangan yang minim, terkesan mundur pelan-pelan (MPP), kesimpulan pada 3 bulan pertama : speechless janah lang tarhatahon.

Namun kasih karunia Tuhan membimbing kita dan selalu memberikan jalan keluar bagi kita, setelah hampir 10 bulan pemetaan akar masalah dan menyusun tahapan solusi setiap masalah, maka pekerjaan di YP GKPS berubah menjadi tantangan baru songon na dihut ibagas roller coaster. Kami mencoba mengubah mindset dari konsep pesimis menjadi optimis.

Salah satu masalah besar di unit sekolah GKPS adalah para pengajar yang belum menjawab kebutuhan pelanggan (siswa dan orangtuanya), Pdt. Stephen Tong dalam Seminar Pendidikan Kristen tahun 2015 di Jakarta menyatakan “Salah satu bencana pendidikan adalah ketika murid pintar mendapatkan guru yang bodoh dan tidak kreatif”, dapat dipastikan murid tersebut merasakan setiap hari sekolah adalah “neraka” baginya.

Akhirnya Pengurus menyimpulkan, salah satu tahapan perbaikan YP GKPS adalah memberdayakan Training Center/Pusdiklat sebagai “bengkel” para guru untuk memperbaiki pola fikir, meningkatkan pengetahuan, saling mengisi dan berbagi best practice di sekolah masing-masing, membangun semangat kebersamaan selaku pegawai di satu payung yang sama “YP GKPS”. Mengutip istilah yang lazim digunakan Pdt.Jaharianson Saragih “opporohea” Yayasan Pendidikan GKPS dilengkapi “kendaraan tempur” bernama Training Center/Pusdiklat bagi para pegawai Yayasan Pendidikan (Kepala Sekolah, Guru dan Pegawai Administrasi).

Setelah ijin penggunaan asset “eks pelpem” diberikan oleh Pimpinan Pusat, maka 8 kamar yang sudah lama tak digunakan dipermak kembali, aula yang dapat menampung 45 orang kini dipasang fasilitas lengkap dengan AC, Infokus, Meja dan Kursi yang berkualitas tinggi serta lantai ditutup oleh karpet merah. Kami “sulap” eks pelpem ini supaya benar-benar layak bagi pejuang pendidikan GKPS (baca : kasek, guru dan pegawai), dan karpet merah yang dipasang bukanlah tanpa makna, hal itu melambangkan para pejuang pendidikan GKPS harus dilayani bak raja/ratu (baca : selalu memberikan layanan terbaik) selama pelatihan berlangsung, karena kami juga sungguh berharap mereka termotivasi memperlakukan pelanggan mereka (siswa-siswi) sebagai raja/ratu (baca : selalu memberikan layanan terbaik). 

Maka, tanggal 10 s/d 13 Oktober 2018 menjadi tonggak sejarah penting bagi YP GKPS dan unit sekolah yang dilayaninya, Training Center/Pusdiklat memanggil 45 orang guru di seluruh SD di lingkungan YP GKPS (kelas tinggi) untuk dilaksanakan pelatihan dengan tema Peningkatan Kemampuan Pedagigik Guru. Pelatihan perdana diresmikan oleh Pembina YP GKPS (Pdt.Rumanja Purba, M.Si) dengan menekankan supaya setiap guru bisa belajar dari Guru Agung yaitu Yesus Kristus dalam mendidik anak dengan penuh kasih, kreatif serta sesuai dengan potensi anak.

Dalam proses pembelajaran selama 4 hari 3 malam, Pengurus dan Kordinator Pusdiklat tercengang melihat semangat yang berapi-api dari para peserta, bahkan mereka mempersiapkan bahan praktek sampai larut malam (pukul 01.00 wib), sambil tercengang, sambil terharu dan berdoa “terima kasih Tuhan, ternyata selama ini mereka ini bukan butiran pasir namun sungguh mereka ini butiran berlian yang tertutup oleh “gundukan tanah berlumpur”, tertutup oleh sistem manajemen sekolah yang buruk, tertutup oleh keteladanan yang amat minim dari pemimpinnya, tertutup oleh ketidakjujuran, tertutup oleh ketidakpedulian, tertutup oleh ketidakadilan. Cukuplah itu menjadi masa lalu. Kini saatnya unit sekolah GKPS diisi oleh berlian-berlian yang bersinar-sinar menyatakan kasih dan keadilan Tuhan dengan tak jemu-jemu.

Semakin yakin Sekolah GKPS semakin maju menjadi sekolah misi gereja seperti yang Tuhan harapkan, Amin…Soli Deo Gloria…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *