• Mon. Sep 28th, 2020

YAYASAN PENDIDIKAN GKPS

Belajar, Bertumbuh, Melayani

Sejarah Yayasan Pendidikan GKPS

Logo YP GKPS

Pendeta August Theis mulai membuka Sekolah di Simalungun Tengah, yang tujuannya disamping pengajaran membaca, menulis dan berhitung diajarkan juga Firman Tuhan. Sekolah pertama didirikan 01 Januari 1904 dengan siswa berjumlah 7 orang, bertempat di Rumah Bolon Raya. Di Simalungun bahagian Barat, sekolah-sekolah dibuka oleh Pendeta H. Guillaume. Di Simalungun Timur dirintis oleh Pdt. GK Simon berkedudukan di Pamatangbandar, dengan membuka Kursus guru injil. Di Simalungun Selatan oleh Pdt. Weisenbruch berkedudukan di Sipiah Parapat tahun 1905 kemudian di Ajibata, Girsang, Sibaganding, Sipolha, Repa, Sipangan Bolon, Motung, Tigaras.

Di Simalungun Utara didirikan sekolah zending di Ambarokan, pada 01 Maret 1912, di Bah Tonang 1913, di Nagori 1928. Setelah 25 tahun zending bekerja di Simalungun, terdapat 85 buah sekolah zending, guru 125 orang, dan murid 5.000 orang. Dua orang Simalungun yang menjadi guru setelah mendapat Verklaring dari Pemerintah, yaitu guru Jason Saragih dari Depok, guru J. Wismar Saragih dari Narumonda, yang keduanya tamat tahun 1915.

Setahun setelah HKBPS mandiri, Dewan Pengajaran dan Pendidikan bersidang yang dipimpin oleh Pdt. A. Wilmar Saragih dan Gr. Rudolf Purba pada tanggal 07 Mei 1954, itulah sidang pertama para peserta menaruh minat yang tinggi terhadap pendidikan dan menyepakati cara kerja yang efesien melihat ruang lingkup pelayananan yang sangat luas. Rapat menyetujui dan menetapkan suatu Badan yang dinamai : BADAN PENYELENGGARAAN PERGURUAN HKBP SIMALUNGUN disingkat  BPP-HKBP Simalungun, dan tanggal 07 Mei 1954 dijadikan tanggal berdirinya Badan Pendidikan GKPS

VISI

“Menghasilkan Generasi yang beriman sejati kepada Kristus, Cerdas dan Menjadi Berkat” 

MISI

  • Melaksanakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan unggul berbasis pada Firman Tuhan dan kurikulum Nasional
  • Mengembangkan tata kelola dan kepemimpinan sekolah yang transparan, partiisipatif dan terukur serta fokus pada peningkatan mutu proses pembelajaran
  • Meningkatkan sarana dan prasarana yang up to date yang terintegrasi dengan teknologi informasi dan komunikasi

Sambutan Ketua Yayasan

Yayasan pendidikan GKPS saat ini sedang berbenah meningkatkan kualitas pendidikan. Mewujudkan pendidikan GKPS yang mampu menghasilkan generasi yang beriman sejati kepada Kristus, Ceradas dan menjadi berkat ditengah masyarakat dan dunia.

Langkah mendasar yang dilakukan adalah mengembalikan tujuan pendidikan sebagaimana yang diinginkan oleh para pendiri yakni mendidik peserta didik membaca, menulis, berhitung dan belajar Firman Tuhan. Diharapakan setiap sekolah dapat menghadirkan citra Allah disetiap ruang kelas.

Langkah berikutnya adalah mendorong semua sekolah untuk mencapai kualitas sebagaimana sudah ditentukan pada standar nasional pendidikan (SNP) mulai dari standar proses, tata kelola, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana prasarana dan pembiaayaan. 

Hal terakhir adalah menghimpun seluruh potensi dan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan untuk ikut ambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. 

Soli Deo Gloria, 
Ketua Yayasan

Jepri SIpayung, M.Pd

 

Strategi Pengembangan Sekolah

Optimalisasi dan Memperkuat Keunggulan

 2018-2020

Inovasi dan Transformasi Menyeluruh

 2020-2022

Sekolah Unggul dan Mampu berkompetisi secara Nasional dan Global

 2022 – 2027

Fokus Program Yayasan Pendidikan GKPS

 
  • Pelatihan kepemimpinan kepala sekolah
  • Implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) secara bertahap
  • Pengembangan sistem informasi dan akademik sekolah
  • Integrasi Teknologi dan informasi dalam manajemen sekolah
  • Revitalisasi Kurikulum 
  • Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  • Penguatan Supervisi Pembelajaran
  • Integrasi Teknologi dan internet dalam proses pembelajaran
  • Perbaikan Proses Rekrutmen
  • Penilaian Kinerja
  • Kualifikasi dan Sertifikasi
  • Penghargaan Karyawan Berprestasi
  • Pembangunan dan Renovasi Fisik
  • Pengadaan Meja dan Kursi
  • Pengadaan Seragam Pegawai dan Siswa
  • Pengadaan Finger Print melalui Dana BOS
  • Sumbangan Individu / Tokoh Simalungun
  • Bantuan Pemerintah / CSR DU/ DI
  • Penguatan Sistem Keuangan  (Sentralisasi)
  • Pembentukan Penyandang Dana Yayasan
  • Pinjaman Dana dari Pimpinan Pusat
  • Sumbangan Sukarela / Individu / Lembaga